Skip to main content

Posts

Bom Waktu Pemilih Buruk

WACANA Koran Suara Merdeka 28 Maret 2009 Bom Waktu Pemilih Buruk Oleh Fatkhuri   0   0 FENOMENA  politik Indonesia memang unik --untuk tidak mengatakan kompleks. Wajah perpolitikan Indonesia selalu tidak bisa dilepaskan dari perlagaan dan berbagai tingkah laku para politikus. Ada dua elemen penting yang menarik didiskusikan. Pertama perilaku elite politik yang digolongkan sebagai politikus busuk. Yang menarik politikus busuk ini dinilai banyak kalangan sebagai biang kehancuran bangsa ini sehingga reformasi terseok-seok.  Kedua pemilih buruk. Fenomena ini hampir luput dari perhatian kita padahal fenomena ini tidak kalah menarik dari politikus busuk. Keduanya memiliki kesamaan bentuk, yakni sama-sama pragmatis dengan menafikan aspek rasionalitas dan moral. Yang pertama pragmatisme elite untuk mengejar dan mempertahankan kekuasaan dan yang kedua pragmatisme grass root masyarakat untuk mendapatkan imbalan berupa uang dan semacamnya. Ada ...

Politik Selebriti dan Paradoks Demokrasi

Opini Detik.Com Rabu, 19/05/2010 07:55 WIB Fatkhuri SIP MA MPP   - detikNews Jakarta  - Panggung politik Indonesia tidak pernah sepi dari hingar-bingar dinamika yang menyertainya. Politik selebriti kian ramai diperbincangkan dan kerap kali menjadi menu hangat yang tak ada habis-habisnya dalam pemberitaan media massa. Baik cetak maupun elektronik.  Kehadiran artis dalam dunia politik mengundang decak kagum. Tapi, juga tidak sedikit yang menentangnya. Itulah manifestasi pelaksanaan demokrasi. Dalam alam demokrasi siapa pun mempunyai hak untuk berekspresi. Tak terkecuali artis dalam politik. Tak seorang pun yang bisa melarang apalagi menjegal selebriti untuk terjun dalam politik. Bagi yang menjegal bisa jadi mereka akan dianggap bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi (baca: melanggar HAM) yang mengagungkan kebebasan. Meskipun kebebasan tersebut tentu mempunyai batasan.  Contoh yang paling aktual adalah penentangan yang datang dari Ketua Um...

Budaya Korupsi: Problem Hedonis dan Permisif

Budaya Korupsi: Problem Hedonis dan Permisif Fatkhuri, S.IP, MA, MPP  - detikNews Opini, 4 Mei 2010 Jakarta  - Montinola dan Jackman (2002) dalam karyanya yang berjudul Sources of Corruption: A cross-country study, mengatakan bahwa budaya korupsi merupakan norma-norma sosial yang menekankan pada pemberian hadiah (berupa suap), dan semangat kepatuhan terhadap keluarga dan kroni-kroninya. Atau mereka menyebutnya dengan sebutan clan daripada terhadap aturan atau undang-undang. Norma-norma dan tingkah laku koruptif sebagaimana dikatakan oleh Banfield (1958), dan Wraith dan Simkins (1963) bisa menyebabkan ekonomi collapse (berbahaya), dan dari sudut pandang politik merupakan tindakan yang bukan hanya tidak etis akan tetapi juga tidak bermoral. Maraknya kasus korupsi di Indonesia yang menimpa para pejabat publik baik pada level eksekutif, legislatif, maupun yudikatif menunjukkan bahwa budaya korupsi telah mengakar begitu kuat. Akar masalah korupsi saat ini disi...

Lomba Menulis Kisah Inspiratif warga Pemalang

LOMBA MENULIS “KISAH INSPIRATIF”  UNTUK WARGA PEMALANG  BERHADIAH JUTAAN RUPIAH Yayasan Bakti Anak Negeri Ikhlas (YABANI) Kabupaten Pemalang mengundang semua warga Pemalang di mana pun untuk ikut dalam kegiatan Lomba Menulis Kisah Inspiratif. Karya berisi tentang kisah sukses/keberhasilan orang Pemalang yang bisa dijadikan tauladan & memberi inspirasi bagi orang lain.  Kegiatan akan dibagi menjadi dua kategori: 1. Kategori Lomba : terbuka untuk umum (orang Pemalang)  2. Kategori Non Lomba : peserta dipilih oleh Yabani dengan pertimbangan pencapaian orang tersebut dianggap layak untuk dituliskan kisahnya. Kisah tersebut juga bisa ditulis oleh Tim dari Yabani. Karya dari seluruh peserta terbaik akan diterbitkan menjadi sebuah buku yang akan di launching bersamaan dengan Seminar pada hari ulang tahun Pemalang yang ke-439, 24 Januari 2014 . Adapun sarat dan ketentuan lomba adalah sebagai berikut. 1. Peserta Lomba adalah orang Pemalang yang memiliki sal...

ETIKA DALAM BISNIS: URGENSI DARI PERSPEKTIF ISLAM

21 Februari 2013 FATKHURI Pendahuluan Berbicara masalah etika, maka tidak bisa dilepaskan dari tingkah laku keseharian yang biasa kita kerjakan. Hal ini cukup beralasan mengingat etika merupakan perangkat aturan yang berisi tentang nilai-nilia moral (kebaikan) yang penting untuk difahami dan diaplikasikan dalam setiap aktivitas sehari-hari. Etika senantiasa berhubungan dengan boleh dan tidaknya sesuatu harus dikerjakan atau dijalankan. Dalam lingkungan masyarakat, kita acapkali mendengar bahkan menyaksikan sendiri, bahwa seseorang akan dianggap tidak memiliki etika manakala seseorang tersebut memerankan atau melakukan sesuatu yang tidak lazim, atau dalam pengertian yang lebih detail adalah dianggap bertentangan dengan asas kepantasan umum seperti melanggar norma dan sejenisnya. Masyarakat akan menilai bahwa sesuatu yang dilakukan seseorang adalah tidak baik atau tidak pantas dan sebutan sejenisnya tatkala masyarakat menganggap bahwa apa yang dilakukan seseorang tersebut dinilai kelu...

(Artikel 4 bulan yang lalu)Pilkada DKI: antara kemenangan Rakyat dan ancaman bagi Parpol

Get Twitter Buttons 22 September 2012 Oleh Fatkhuri Dosen FISIP Universitas Budi Luhur Jakarta Selesai sudah gelaran pilkada untuk memilih gubernur dan wakil gubernur di Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan pada 20 september 2012 lalu. Sebagai warga bangsa, kita patut mengapresiasi pesta demokrasi di DKI yang berjalan lancardan tidak ada kendala yang cukup berarti. Hal ini mementahkan berbagai macam prediksi dan kekhawatiran bahwa Pilkada DKI akan berjalan rusuh. Yang menarik, hasil penghitungan cepat (quick count) dari semua lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi dan Basuki T. Purnama yang akrab dipanggil Ahok memperoleh kemenangan dengan selisih suara cukup meyakinkan dari rivalnya kuatnya Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli (Foke-Nara). Hasil quick count LSI menunjukan Jokowi-Ahok memperoleh suara 53,68% dan Foke-Nara 46,32%, Indo Barometer, Jokowi-Ahok memperoleh 54,11%, dan Foke-Nara 45,89%. Dengan perolehan suara tersebut, Jokowi dip...

Halo Blogger

Follow @Fatur_Fatkhuri Halo semuanya, Gimana kabarnya? saya berharap semua baik-baik saja. Untuk semua pecinta blog, sebelumnya izinkan saya ucapkan selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini sengaja saya buat sebagai wahana untuk berbagi dengan siapa pun. Sebelumnya saya juga memiliki blog yang tidak jauh berbeda, yang dibuat pada tahun 2008 dengan alamat www.muhammadfatkhuri.blogspot.com. Sampai dengan tulisan ini dibuat, blog tersebut masih bisa diakses, jadi kehadiran blog yang baru ini sebagai kelanjutan dari berbagai artikel, berita dan sejenisnya yang saya kirim. Sengaja saya membuat blog lagi karena menginginkan tampilan template yang baru karena sebelumnya agak sulit untuk direkayasa. Besar harapan, pencita blog atau blogger di yang berkunjung di blog saya bisa menikmati dan apa yang didapat di blog ini bermanfaat bagi semuanya. Terima kasih salam hangat Fatkhuri (fatur) Tinggal di Depok Jangan lupa untuk Get Twitter Buttons